JIFMAC 2026
JIFMAC 2026

Pameran IFMAC & WOODMAC, tentang Industri Perkayuan Nasional

Seminar, IFMAC & WOODMAC 2023 – Membuka Peluang dengan Menghadirkan Teknologi-Teknologi terbaru Guna Tingkatkan Ketangguhan Industri Furnitur Indonesia

JIFMAC 2026
IFMAC 2026

Industri manufaktur furnitur Indonesia terus mengalami pertumbuhan positif karena bisnis telah mendapatkan kembali momentum operasional dan penjualan pasca pandemi. Salah satu area yang bertumbuh adalah penjualan e-commerce furnitur, karena semakin banyak konsumen beralih ke belanja online yang menyebabkan peningkatan permintaan akan produk furnitur yang terjangkau dan berkualitas tinggi, yang dapat dibeli secara online dan dikirim ke rumah tepat waktu. Banyak produsen furnitur Indonesia telah menanggapi tren ini dengan memperluas saluran penjualan online mereka dan berinvestasi dalam pemasaran omnichannel untuk meningkatkan layanan mereka.

Area  pertumbuhan  lainnya  adalah  produksi  furnitur  yang  berkelanjutan  dan  ramah  lingkungan. Pandemi telah meningkatkan kesadaran tentang masalah lingkungan, dan meningkatkan permintaan yang  lebih  besar  akan  produk  ramah  lingkungan.  Banyak  produsen  furnitur  Indonesia  telah menerapkan   praktik   produksi   berkelanjutan,   menggunakan   bahan   ramah   lingkungan,   dan mempromosikan produk mereka sebagai produk ramah lingkungan. Secara keseluruhan, tantangan sebelumnya yang dihadapi oleh industri  manufaktur furnitur Indonesia, yaitu adanya gangguan pada rantai  pasokan  dan  perlambatan  permintaan  global,  telah  menciptakan  peluang  baru  untuk pertumbuhan dan inovasi.

IFMAC 2026

Menurut Abdul Sobur, Ketua Presidium Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) , “Nilai jual unik Indonesia sebagai pemasok pasar furnitur global berakar pada sumber daya alamnya, tenaga kerja terampil, harga kompetitif, keragaman budaya, dan produksi berkelanjutan. Sumber daya alamnya yang melimpah dengan ragam kayu yang sangat dicari di pasar furnitur global karena daya tahan, keindahan, dan karakteristiknya yang unik. Dengan pengrajinnya yang terampil, furnitur buatan Indonesia banyak dicari karena presisi dan desainnya yang kreatif, selain karakteristiknya yang berkualitas tinggi dan harga bersaing yang dapat diproduksi lebih baik dengan teknologi global terkini.” Mengingat kesadaran akan produksi yang berkelanjutan, produsen furnitur Indonesia sangat menekankan praktik produksi yang berkelanjutan, termasuk penggunaan bahan yang ramah lingkungan dan pengelolaan hutan yang bertanggung jawab. Hal ini telah membantu membedakan produk furnitur Indonesia di pasar global dan menarik konsumen yang sadar lingkungan. Pasar furnitur Indonesia berkembang  pesat,  didorong oleh peningkatan permintaan domestik dan peningkatan ekspor. Pelaku usaha akan terus mengevaluasi potensi permintaan produknya di pasar Indonesia, serta potensi ekspor ke negara lain, beberapa di antaranya menjadi alasan yang memotivasi para pelaku industri untuk bergabung pada pameran IFMAC & WOODMAC

Baca Juga : Pameran IFMAC & WOODMAC Akan Hadir Demi Menjawab Tantang Industri Perkayuan Nasional

Ketua Indonesian Sawmill and Wood Working Association (ISWA), H.M Wiradadi Soeprayogo juga mengatakan, “Industri furnitur Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar, dan kami berkomitmen untuk mendukung perkembangannya melalui kemitraan strategis dan kolaborasi bersama dengan WAKENI dalam penyelenggaraan IFMAC & WOODMAC Dengan diperkenalkannya teknologi canggih dan solusi inovatif dari perusahaan global, kami dapat meningkatkan daya saing

bisnis furnitur lokal kami, sekaligus menciptakan peluang baru untuk investasi, lapangan kerja, dan pertumbuhan ekonomi. Dengan injeksi teknologi, industri manufaktur furnitur Indonesia mampu memberikan produk ramah lingkungan berkualitas tinggi yang memenuhi kebutuhan dan preferensi konsumen yang terus berkembang di seluruh dunia.”

Menjelang penyelenggaraan pameran, IFMAC & WOODMAC bersama pasosiasi HIMKI (Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia) & ISWA (Asosiasi Pengusaha Kayu Gergajian & Kayu Olahan Indonesia) dan bersama para industri mengadakan Seminar di Surabaya dengan tema “Unlocking Opportunities: Integrating IFMAC & WOODMAC Technology in Indonesia’s Growing Furniture Industry” yang akan menghadirkan Bapak A. Kuswidiarso Ketua DPP HIMKI (Himpunan Industri dan Kerajinan Mebel Indonesia) Semarang Raya, Bapak Ir.H.M. Wiradadi Soeprayogo Ketua Presidium ISWA (Asosiasi Pengusaha Kayu Gergajian & Kayu Olahan Indonesia), Bapak Abdul Sobur Ketua Presidium HIMKI ( Himpunan Industri dan Kerajinan Mebel Indonesia), Bapak Ligorius Wijaya Branch Manager East Indonesia Felder Group Indonesia, Bapak Agoes Dwie Poernama.S.T. Business Unit Industry Division Head PT. Propan Raya. Para pembicara akan memaparkan perkembangan industri furnitur dan teknologi permesinan terkini. Dengan harapan para pelaku industri furnitur di Indonesia memanfaatkan peluang yang ada dengan mengambil bagian dalam pameran IFMAC WOODMAC 2023.

Baca Juga : Ifmac & Woodmac 2023, Jadi Penyemangat Industri Perkayuan disaat Ekspor Lesu

Kolaborasi antara produsen, desainer, dan pemasok furnitur internasional akan membantu produsen furnitur Indonesia untuk mengakses teknologi terbaru, tren desain, dan jaringan distribusi yang dapat mendukung pertumbuhan dan ekspansi mereka. Untuk memfasilitasi pertukaran bisnis yang bermakna IFMAC & WOODMAC 2023 akan menampilkan lebih dari 200 perusahaan dan mengundang

15.000 pengunjung. Pameran akan dilengkapi dengan beberapa kegiatan seminar oleh asosiasi industri yang akan berbagi wawasan tentang tren pasar dan perkembangan teknologi terkini. Pendaftaran pengunjung sudah dibuka untuk pelaku industry perdagangan internasional, ritel perusahaan, dan semua orang yang terlibat dalam perdagangan furnitur.

Untuk informasi lebih lanjut tentang IFMAC & WOODMAC 2023, silahkan kunjungi website kami di

 www.ifmac.net  atau email :  project@ifmac.net

IFMAC 2026
IFMAC 2026

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

IFMAC 2026