Sebagai bagian dari penyelarasan ini, Amara Group dan Koelnmesse GmbH secara bersama mengelola IFFINA+, interzum jakarta dan International Hardware Fair Indonesia serta bergabung bersama Wakeni dalam penyelenggaraan IFMAC WOODMAC, yang akan diselenggarakan beriringan, sekaligus membuka ruang partisipasi yang lebih luas bagi pelaku usaha nasional, termasuk sekitar 50 persen pelaku UMKM pada IFFINA.
“Penyelarasan ini menyatukan berbagai platform industri utama sesuai dengan cara industri furnitur bekerja saat ini,” ujar Dedy Rochimat, Ketua ASMINDO, yang berperan sebagai mitra strategis dan kolaborator industri dalam penyelenggaraan IFFINA+. “Inisiatif ini mendukung pengembangan bisnis dan perluasan akses pasar melalui platform industri yang menyeluruh dari hulu ke hilir.”
Ke depan, keberhasilan memperkuat pasar domestik sekaligus membuka akses global bagi industri furnitur Indonesia bertumpu pada kolaborasi hexahelix antara pemerintah, dunia usaha, akademisi, komunitas, media, dan investor. Sinergi ini menjadi fondasi penting dalam membangun ekosistem industri yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga relevan, adaptif, dan berkelanjutan.
Lebih dari sekadar ajang pameran, inisiatif ini hadir sebagai ruang bertemunya ide, inovasi, dan kolaborasi lintas sektor—mulai dari diskusi kurasi, business matching, hingga pertukaran gagasan kreatif. Melalui ekosistem yang terintegrasi dari hulu ke hilir, industri furnitur Indonesia diharapkan mampu melahirkan solusi desain dan manufaktur yang selaras dengan gaya hidup, dinamika ruang, serta kebutuhan pasar global masa kini.
